Rabu, 5 Agustus 2020
16 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Ekbis / Riset Ekonomi Syariah Kurang Diversifikasi
Lukas Pexels
Publikasi riset terkait ekonomi syariah, baik berupa jurnal maupun buku teks, tercatat masih terkonsentrasi pada tema perbankan syariah.

Sharianews.com, Jakarta - Publikasi riset terkait ekonomi syariah, baik berupa jurnal maupun buku teks, tercatat masih terkonsentrasi pada tema perbankan syariah.

Demikian disampaikan Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Sutan Emir Hidayat. Ia menyayangkan hal itu, karena perbankan syariah ini hanya salah satu bagian dari ekonomi syariah

“Terkonsentrasinya di perbankan syariah ini, sesuatu yang harus kita sebarkan (tema lain), tidak perlu terlamapau konsentrasi ke situ. Perlu adanya diversifikasi, perlu tentnukan tema-tema riset strategis yang dapat mendukung pertumbuhan industri ekonomi syariah lainnya,” jelasnya menegasakan, dalam webinar beberapa waktu lalu.

Contohnya tema tentang indsutri halal. Tema itu masih jauh dari jumlah yang ideal. Begitupun dengan variasi pusat-pusat riset ekonomi syariah perlu dikuatkan spesialisasinya. Misalnya, perlu identifikasi pusat-pusat riset yang kuat di bidang sosial keuangan syariah. Serta, ke depannya bisa melakukan kolaborasi kegiatan riset.

“Diperlukan penentuan tema-tema riset strategis yang dapat mendukung pertumbuhan industri ekonomi syariah, selaras dengan misi pembangunan nasional,” imbuh Emir.

Berdasarkan riset jurnal ilmiah total ada 873 jurnal terkait ekonoimi syariah. Rincian tema jurnal ekonomi syariah itu, antara lain perbankan syariah 283, zakat 134, ekonomi Islam 80, keuangan mikro syariah 69, pasar modal syariah 69, keuangan syariah 41, moneter Islam 36, industri halal 35, akuntansi syariah 33, wakaf 32, asuransi syariah 22, bisnis Islam 20, dan fiqh muamalah 19.

Sementara untuk buku teks ekonomi syariah totalnya 97, dengan rincian ekonomi Islam 21, fiqh muamalat 15, bisnis Islam 15, keuangan syariah 11, hukum ekonomi syariah 9, perbankan syariah 7, akuntansi syariah 7, zakat dan wakaf 7, dan lainnya 5.

Rep. Aldiansyah Nurrahman