Selasa, 7 Juli 2020
17 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / RS Haji Jakarta Resmi di Kelola UIN Jakarta
Foto dok. Kemenag
Penandatanganan pengalihan manajemen RS Haji Jakarta oleh UIN Jakarta dilakukan oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali dan Rektor UIN Jakarta Amani Lubis dan disaksikan langsung Menteri Agama Fachrul Razi, di Jakarta, Jumat (29/5).

Sharianews.com, Jakarta - Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta kini manajemen pengelolaannya resmi dilakukan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta).

Penandatanganan pengalihan manajemen RS Haji Jakarta oleh UIN Jakarta dilakukan oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali dan Rektor UIN Jakarta Amani Lubis dan disaksikan langsung Menteri Agama Fachrul Razi, di Jakarta, Jumat (29/5).

Fachrul mengatakan, rencana dan persiapan pengalihan manajemen RS Haji Jakarta ke UIN Jakarta dilakukan cukup lama karena harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

"Namun dengan tekad kita bersama, alhamdulillah hari ini terealisasi dengan baik. Saya optimis sekali ini akan menjadi lebih baik, menjadi RS pendidikan yang baik sekaligus melakukan fungi-fungsi RS secara umum, itu harapan saya,” ujar Menag.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily dalam kesempatan tersebut menyambut baik pengalihan manajemen RS Haji Jakarta oleh UIN Jakarta. "Acara ini penting bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Kami intens mengikuti pembahasan RS Haji, dan hal ini sangat positif,  DPR  akan memberikan dukungan penuh,” jelasnya.

Sejauh ini Fakultas Kedokteran UIN Jakarta dapat bersaing dengan Fakultas Kedokteran universitas lainnya,  dengan peminat yang banyak. 

Tampak hadir, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Dirjen Bimas Islam sekaligus Plt. Dirjen Pendidikan Islam, sejumlah pejabat eselon II Kemenag dan pimpinan UIN Jakarta.

RS Haji Jakarta merupakan salah satu dari empat RS Haji di Indonesia setelah RS Haji Medan, RS Haji Ujung Pandang, RS Haji Surabaya. Keempat RS Haji ini dibangun sebagai wujud dari gagasan di lingkungan masyarakat, khususnya para Hujjaj/Persaudaraan haji untuk mendirikan suatu "Monumen" untuk mengenang tragedi terowongan Al - Muaisin Mina yang menelan lebih dari 600 jemaah Haji indonesia pada tahun 1990/1410 H.

Rep. Aldiansyah Nurrahman