Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / SBSN Danai Underpass Terpanjang di Indonesia
Biaya yang diperlukan untuk pembangunan underpass ini mencapai Rp293 miliar.

Sharianews.com, Jakarta ~ Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019 menjadi sumber pendanaan jalan bawah tanah atau underpass New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Biaya yang diperlukan untuk pembangunan underpass ini sebesar Rp293 miliar dan mulai difungsikan sejak 20 Desember 2019. Underpass NYIA merupakan underpass terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,3 kilometer dan terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter.

Pembangunan underpass ini bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.

Dalam sumber resmi Kementerian PUPR (20/1), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono menekankan faktor keamanan underpass ini dengan memerintahkan Ketua Komite Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan, Sugiyartanto yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga.

Perlu memperhitungkan secara cermat seluruh aspek keamanan dan keselamatan underpass tersebut. Salah satunya dengan menyediakan delapan pintu darurat di sisi kanan dan kiri terowongan.

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan, konstruksi underpass ini juga dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop yang terbuat dari karet untuk beton dinding dan lantainya.

Sementara Sugiyartanto mengatakan, keberadaan underpass baru tersebut tidak hanya menunjang lalu lintas kendaraan menuju Bandara NYIA, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang terkenal akan seni dan budayanya.

“Kita tidak hanya sekedar membangun jalan atau membangun underpass (NYIA), tetapi kita juga berikan sentuhan-sentuhan seni atau bahasa kami diberikan beautifikasi tanpa menghilangkan fungsi utama (dari underpass-nya),” ungkap Sugiyartanto. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo