Senin, 30 November 2020
15 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Keuangan / Selama Pandemi Transaksi QRIS Mandiri Syariah Naik 16 Persen
Foto dok. Mandiri Syariah
Sejalan dengan cara hidup baru di tengah pandemi, Mandiri Syariah mencatatkan kenaikan nilai transaksi QRIS sebesar 16 persen ytd sampai dengan September 2020.

Sharianews.com, Jakarta - Sejalan dengan cara hidup baru di tengah pandemi, Mandiri Syariah mencatatkan kenaikan nilai transaksi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebesar 16 persen year to date (ytd) sampai dengan September 2020.

Dari transaksi tersebut, 57 persen merupakan  transaksi finansial dan 43 persen adalah transaksi sosial seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf).

Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan metode transaksi pembayaran nontunai berstandar nasional dari Bank Indonesia (BI) ini sangat relevan dengan kondisi pandemi, dimana masyarakat diimbau untuk meminimalisir kontak sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sejak diluncurkan Maret 2020, saat ini Mandiri Syariah telah bekerja sama dengan 21 ribu merchant dimana 63 persen merupakan merchant komersial termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan lembaga pendidikan, sementara 37 persen adalah masjid dan lembaga sosial.

“Berpijak dari pemahaman kami akan kebutuhan nasabah (customer centric), kami memahami nasabah membutuhkan kemudahan dan kenyamanan layanan dalam transaksi finansial, spiritual dan sosial. Karenanya, kami bekerja sama menyediakan layanan QRIS dengan masjid dan lembaga sosial,” kata Syafii, di Jakarta, Senin (26/10).

Hingga September 2020 terdapat 1,4 juta pengguna Mandiri Syariah Mobile dan lebih dari 150 ribu pembukaan rekening yang dilakukan secara online.

Ke depan Mandiri Syariah akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah terkait keuangan digital khususnya penyediaan fitur pembayaran kode respon cepat QRIS,

"Insyaallah, kami akan terus berkontribusi dalam program pemerintah ini. Khususnya dalam menciptakan ekosistem pembayaran nontunai di Indonesia dan integrasi ekonomi keuangan digital nasional serta pengembangan UKM di Indonesia melalui implementasi QRIS," pungkas Syafii.

Rep. Aldiansyah Nurrahman