Minggu, 29 Maret 2020
05 Sha‘ban 1441 H
Home / Haji umrah / Sembilan Strategi Peningkatan Layanan Haji 2020
FOTO I Dok. gulfnews.com
Sembilan strategi yang disiapkan Kemenag dalam rangka peningkatan layanan haji 2020.

Sharianews.com, Jakarta ~ Peningkatan layanan haji terus dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) meskipun Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) telah mencapai predikat sangat memuaskan pada tahun 2019.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali menyampaikan, ada sembilan strategi yang disiapkan Kemenag dalam rangka peningkatan layanan haji 2020.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Sepakati Biaya Perjalanan Haji tidak Naik

“Ditjen PHU sudah merencanakan sembilan strategi untuk meningkatkan pelayanan haji dan umrah mendatang," kata Nizar dalam laman resmi Kemenag.

Strategi pertama yang akan dilakukan adalah meningkatkan diplomasi dengan Pemerintahan Arab Saudi sebagai upaya peningkatan kuota jemaah haji dan pelayanan serta perlindungan jemaah haji.

Kedua, penetapan kloter berbasis wilayah. Hal ini akan dilakukan sedini mungkin untuk mengefektifkan bimbingan manasik di kecamatan.

Ketiga, Kemenag juga menyusun respon darurat di Armuzna sebagai bagian dari prosedur Pusat Krisis dengan melibatkan muassasah.  Keempat, penyempurnaan sistem pelaporan berbasis aplikasi mobile untuk laporan kloter dan pelayanan petugas yang terintegrasi dengan Siskohat.

Kelima, konsumsi full covered. Yaitu dengan penambahan konsumsi pada masa peak season. Jika tahun sebelumnya konsumsi selama di Makkah diberikan sebanyak 40 kali, maka tahun ini akan ditambah menjadi 10 kali. Jadi total akan diberikan konsumsi sebanyak 50 kali selama di Makkah.

Keenam, revitalisasi pengembangan asrama haji menjadi strategi yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan layanan haji. Selain untuk memberikan layanan kepada jemaah saat operasional haji, juga untuk kegiatan layanan sosial masyarakat.

Ketujuh, pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) untuk mempercepat serta meningkatkan layanan haji dan umrah di kabupaten/kota.

Delapan, manasik sepanjang tahun untuk menambah pengetahuan manasik haji bagi jemaah. Terakhir adalah efisiensi proses visa, yaitu dengan verifikasi dan visa request dilakukan melalui kanwil. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo