Minggu, 29 Maret 2020
05 Sha‘ban 1441 H
Home / Keuangan / Sepanjang 2019, Laba Mandiri Syariah Tumbuh 110,68 Persen
FOTO I Dok. pexels.com
Per Desember 2019, Bank Mandiri Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp1,28 triliun.

Sharianews.com, Jakarta ~ Laba PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) tercatat meningkat hingga 110,68 persen pada 2019 secara tahunan, atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu. Per Desember 2019, Bank Mandiri Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp1,28 triliun.

Baca juga: Inklusi Keuangan Syariah Menurun, Ini Sebabnya

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari memaparkan bahwa laba bersih perseroan terlihat dari indikator bisnis Mandiri Syariah secara keseluruhan seperti aset, dana pihak ketiga, pembiayaan dengan kualitas baik, margin, serta fee based income yang naik signifikan. 

“Alhamdullilah, kami bersyukur atas semua pencapaian selama tahun 2019. Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholders khususnya nasabah atas dukungan dan kepercayaannya kepada Mandiri Syariah,’’ ujar Toni, Senin (17/2).

Baca juga: Investor Fintek Syariah Ethis Berasal dari 59 Negara

Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan fee based income yang tumbuh signifikan antara lain disumbang dari transformasi bisnis digital.

Pembiayaan Mandiri Syariah tumbuh 11,50 persen semula Rp67,75 triliun per Desember 2018 menjadi Rp75,54 triliun per Desember 2019. Pembiayaan Segmen Konsumer meliputi pembiayaan Kendaraan Berkah, Griya Berkah, Pensiun Berkah dan Mitraguna Berkah. Dari seluruh produk tersebut, Kendaraan Berkah mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 84,53 persen dari Rp1,54 triliun per Desember 2018 menjadi Rp2,85 triliun per Desember 2019.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut disertai perbaikan kualitas yang terjaga baik dengan indikator penurunan Non Performing Financing (NPF) Net sebesar 56 basis point (bp) dari 1,56 persen per Desember 2018 menjadi 1,00 persen per Desember 2019. Sementara, NPF Gross turun 84 bp dari 3,28 persen di Desember 2019 menjadi 2,44  persen per Desember 2019.

Pertumbuhan pembiayaan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,95 persen year on year (yoy) semula Rp4,93 triliun per Desember 2018 menjadi Rp5,27 triliun per Desember 2019. Sementara fee based income meningkat 17,69 persen dari Rp1,60 triliun per Desember 2018 menjadi Rp1,89 triliun per Desember 2019.

Sementara itu, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan, sampai dengan Desember 2019 dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Mandiri Syariah tumbuh 14,10 persen dari Rp87,47 triliun per Desember 2018 menjadi Rp99,81 triliun pada Desember 2019.  Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai 54,38 persen.

Pertumbuhan low cost fund tersebut ditopang oleh dana tabungan yang naik 13,49 persen dari semula Rp35,07 triliun per posisi Desember 2018 menjadi Rp39,80 triliun per posisi Desember 2019.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Desember 2019 mencapai Rp112,29 triliun atau naik 14,19 persen dari Desember 2018 yang sebesar Rp98,34 triliun. Atas pencapaian seluruh indikator bisnis diatas, Mandiri Syariah mencatatkan kenaikan signifikan pada rasio laba terhadap ekuitas (return on equity/ROE) di level 15,65 persen per Desember 2019. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo