Senin, 30 November 2020
15 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ekbis / Sertifikasi Halal Pengaruhi Biaya Produk Ekspor
Foto dok. Pexles
Kementerian Perdagangan tengah berupaya agar sertifikasi halal yang diterbitkan Indonesia bisa diterima di seluruh negara tujuan ekspor.

Sharianews.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan tengah berupaya agar sertifikasi halal yang diterbitkan Indonesia bisa diterima di seluruh negara tujuan ekspor.

Menteri Perdagangan Agus Suarmanto menegaskan sertifikasi halal penting sekali, sebab sertifikasi halal Indonesia jika tidak diterima, maka produsen perlu melakukan resertifikasi di negara lain.

“Akibatnya akan ada tambahan biaya yang berdampak pada tingginya harga jual produk ekspor Indonesia. Ini menyebabkan Indonesia kalah bersaing,” imbuhnya, pada acara Webinar Strategis Nasional dengan tema "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" yang diselenggarakan , Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerjasama dengan sejumlah Kementerian dan Lembaga, Sabtu (24/10).

Untuk menjadikan pusat produsen halal dunia, sertifikasi halal mutlak diperlukan. Dalam perkembangannya, pada tahun 2018, Indonesia membelanjakan 214 miliar dollar AS untuk produk halal, atau mencapai 10 persen dari pangsa produk halal dunia, dan merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Pasar halal global memiliki potensi yang sangat besar, konsumsi proiduk pasar halal dunia pada 2018 mencapai 2,2 triliun dollar AS dan akan terus berkembang mencapai 3,2 triliun dollar AS pada 2024.

“Kita harus memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekpsor kita yang saat ini baru 3,8 persen dari total pasar halal dunia,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Potensi yang sangat besar tersebut harus diamanfaatkan peluangnya oleh Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global malalui ekspor produk halal dari Indoensia. Salah satu syarat agar eskpor itu bisa maksimal adalah dengan sertifikasi halal.

Rep. Aldiansyah Nurrahman