Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Sertifikasi Halal Wajib, Pemerintah Harus Berikan Subsidi untuk UMKM
Sertifikasi halal bisa menggenjot industri dan keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, sertifikasi produk halal dinilai sangat penting untuk menjamin kehalalan suatu produk. Masyarakat tidak perlu lagi ragu ketika ingin mengonsumsi produk-produk yang mereka butuhkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Pusat Masyarakat Eknonomi Syariah (MES) Ikhsan Abdullah. Ia mengatakan, optimalisasi dari sertifikasi halal bisa menggenjot industri dan keuangan syariah.

“Ketika sertifikasi halal ini diwajibkan kepada masyarakat, pemerintah seharusnya turut memberikan subsidi kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) salah satu caranya bisa dengan menggandeng perbankan syariah untuk pembiayaan sertifikasi halal ini,” jelas Ikhsan dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews.com, Rabu (4/9).

Guna mendorong perkembangan industri keuangan syariah, menurutnya bisa dimulai dengan menerapkan kebijakan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan UMKM untuk menyetujui satu akad yang mewajibkan pembiayaan UMKM harus melalui bank syariah.

Sehingga ekosistem yang awalnya diciptakan untuk kewajiban berubah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Dengan demikian sertifikasi halal tersebut dapat menjadi energi kemajuan bagi keuangan syariah.

Dalam acara Talkshow Islamic Tourism yang diselenggarakan MES, di Jakarta Convention Center, pekan lalu, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Indonesia Halal Watch ini memaparkan produk yang harus bersertifikasi halal di antaranya makanan, minuman, obat, kosmetik dan bahan gunaan serta produk rekayasa teknologi lainnya.

“Nantinya produk halal yang sudah mendapatkan sertifikasi akan diberi tanda logo halal dari MUI berwarna hijau. Sementara yang tidak halal akan diberi tanda gambar kepala babi berwarna merah,” pungkasnya.

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo