Rabu, 5 Agustus 2020
16 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Sukuk Global Indonesia Kebanjiran Order 16,66 Miliar Dollar AS
Pemerintah kembali menerbitkan Sukuk Global di pasar internasional dengan denominasi dollar AS dalam format - 144A / Reg S Trust Certificate sebesar 2,5 miliar dollar AS dengan tenor lima tahun sebesar 750 juta dollar AS, 10 tahun sebesar 1 miliar dollar AS, dan tenor 30 tahun sebesar 750 juta dollar AS dengan akad Wakalah.

Sharianews.com, Jakarta – Pemerintah kembali menerbitkan Sukuk Global di pasar internasional dengan denominasi dollar AS dalam format - 144A / Reg S Trust Certificate sebesar 2,5 miliar dollar AS dengan tenor lima tahun sebesar 750 juta dollar AS, 10 tahun sebesar 1 miliar dollar AS, dan tenor 30 tahun sebesar 750 juta dollar AS dengan akad Wakalah.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menyampaikan Sukuk Global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah khusus untuk melakukan penerbitan SBSN.

Penerbitan Sukuk Global kali ini akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing) serta akan dilaksanakan setelmen pada tanggal 23 Juni 2020, dengan imbal hasil (yield) sebesar 2,30 persen untuk tenor lima tahun, 2,80 persen untuk tenor 10 tahun dan 3,80 persen untuk tenor 30 tahun.

Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings. Di tengah kondisi pasar yang masih sangat volatile, penerbitan Sukuk Global kali ini mendapatkan respon yang sangat baik dari para investor global dan lokal yang menghasilkan orderbook sebesar 16,66 miliar dollar AS atau sebesar hampir 6,7 kali di atas target Pemerintah sebesar 2,5 miliar dollar AS.

“Pemerintah kembali melanjutkan komitmen dalam pembiayaan berkelanjutan dengan mendedikasikan tenor lima tahun sebagai Green Sukuk yang menunjukkan komitmen, leadership serta kontribusi Pemerintah di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim,” jelas DJPPR, dikutip dalam laman resminya, Jumat (19/6).

Green Sukuk kali ini merupakan penerbitan Green Sukuk yang ke tiga kalinya di pasar global, di samping penerbitan Green Sukuk Ritel di akhir tahun 2019. 

Transaksi ini dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan Pemerintah tahun 2020 termasuk untuk mengakomodir kebutuhan APBN dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di Kawasan Asia.

Beberapa capaian penting dari penerbitan ini antara lain, pencapaian kupon terendah untuk tenor lima dan 10 tahun untuk Sukuk Global, merupakan penerbitan Sukuk Global Indonesia pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah dalam penerbitan Sukuk di pasar keuangan global, penerbitan Sukuk Global tenor 30 tahun terbesar di Asia, oversubscribe sebesar 6,7 kali.  Dengan besarnya orderbook, Pemerintah dapat menekan harga sampai 70 bps dari harga penawaran awal (initial price guidance) dan di bawah indikatif fair value.

Transaksi ini mendapatkan permintaan yang luar biasa dari investor global yang qualified dan beragam, memperkokoh pasar sukuk yang semakin dalam, dan menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap Indonesia.

Adapun distribusi investor untuk tenor lima tahun sebesar 32 persen investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 5 persen investor Indonesia, 40 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 12 persen investor Amerika Serikat dan 11 persen investor Eropa.

Tenor 10 tahun didistribusikan sebesar 31 persen investor syariah, 5 persen investor Indonesia, 34 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 18 persen investor Amerika Serikat dan 12 persen investor Eropa. Sedangkan untuk tenor 30 tahun didistribusikan sebesar 10 persen untuk investor syariah, 5 persen investor Indonesia, 44 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 8 persen investor Amerika Serikat dan 33 persen investor Eropa.

BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunners. BNP Paribas dan HSBC bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor. PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini.

Penerbitan Sukuk Global ini menggunakan struktur akad Wakalah dan telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) maupun dari International Islamic Scholars. Underlying Asset yang digunakan berupa (i) Barang Milik Negara (BMN) termasuk tanah dan bangunan (51 persen) dan (ii) proyek Pemerintah tahun 2020 (49 persen).

Rep. Aldiansyah Nurrahman