Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Tegaskan Bebas dari Corona, Sri Mulyani Gelar Rapat Lewat Konferensi Video
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan kondisi kesehatannya terkait banyak pihak yang menanyakan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Virus corona (Covid 19) terus menjadi perhatian, virus ini bisa menjangkiti siapa saja, tidak terkecuali bagi para menteri. Berita terbaru Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif virus corona.

Lantas, bagaimana dengan menteri yang lain? Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan kondisi kesehatannya terkait banyak pihak yang menanyakan.

“Beberapa pihak bertanya mengenai kondisi kesehatan saya dengan merebaknya virus corona (Covid19). Saya, alhamdulilah tetap sehat dan terus melakukan tugas sebagai Menkeu secara penuh,” jelas Sri, dalam akun instagramnya, Minggu (15/3).

Akhir pekan ini, ia mengaku bekerja penuh melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video dengan jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah APBN dan keuangan negara dalam menangani penyebaran virus Corona.

Rapat dengan video untuk mengurangi potensi penularan virus Covid19, tapi tetap efektif dalam merumuskan kebijakan dan melaksanakan tugas Kemenkeu.

Beberapa keputusan penting hari ini:

(1) Menerbitkan Surat Edaran bagi Kementrian Lembaga agar mereka mampu melakukan realokasi dan reprograming anggaran KL untuk penanganan masalah Covid19. Semua menteri harus memfokuskan belanja untuk mencegah dan menangani dampak penyebaran virus Covid19.

(2) Menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan untuk memberi landasan hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah bagi penanganan pencegahan dan mengurangi dampak penyebaran virus Covid19.

(3) Menerbitkan pedoman Business Continuation Process (BCP) Kemenkeu, yaitu pedoman kerja dan jam kerja termasuk bekerja dari rumah (work from home) bagi jajaran Kemenkeu dalam menghadapi situasi merebaknya virus Covid19.

(4) Menyetujui usulan Dirjen Pajak, untuk menetapkan status kahar dan memperpanjang waktu penyerahan SPT Wajib Pajak Pribadi dari akhir Maret menjadi April 2020. Juga meminta WP melakukan penyerahan secara online atau melalui Kantor Pos dan tidak melakukan pelayanan tatap langsung untuk menghindari potensi penularan.

(5) melakukan antisipasi dampak Covid19 pada masyarakat, ekonomi dan APBN, dan mengelola dampak negatif secara prudent dan efektif.

Sri Mulyani juga mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakannya.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua bagi kami untuk terus menjalankan tugas menjaga Indonesia, dan menjaga Keuangan Negara bagi sebesar-besar kemakmuran dan keamanan serta kesehatan rakyat Indonesia,” pungkas Sri Mulyani. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo