Jumat, 23 April 2021
12 Ramadan 1442 H
Home / Keuangan / Tidak Semua Unit Asuransi Syariah Bisa Melewati Fase Spin Off
Fase untuk spin off ini memang sulit

Sharianews.com, Jakarta - Asosisasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) terus berusaha merumuskan mekanisme serta teknis kewajiban pemisahan unit syariah (spin off) di 2024.

Tidak sendiri, AASI bersama stakeholders lainnya seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ataupun Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merumuskan mekanisme tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga pelaksanaanya nanti dapat mengoptimalkan manfaat dari kewajiban ini serta meminimalisir mudaratnya.

Ketua AASI Tatang Nurhidayat mengatakan fase untuk spin off ini memang sulit. Dari sekian banyak unit asuransi syariah yang ada saat ini, tidak semua bisa melewati fase ini.

“Namun, bagi yang lolos dalam fase ini, akan menjadi perusahaan asuransi syariah yang kuat, mandiri, fokus, serta memiliki ciri khas tersendiri,” jelasnya menegaskan, Rabu (24/02).

Tatang menyebut dengan kewajiban spin off ini memang akan bersinggungan dengan cost dan persiapan yang matang bagi perusahaan. Namun, hal ini akan mendorong para pelaku untuk lebih fokus dan kerja keras lagi agar industri asuransi syariah terus berkembang.

Dengan begitu, lambat laun penetrasi pasar akan terus mengalami peningkatan yang disertai dengan pengambangan produk-produk khusus untuk asuransi syariah. Bagi pemegang saham tentunya ini menjadi spektrum sebagai growth engine baru dalam menggarap pasar industri asuransi syariah ini.

”Kalau melihat dari perusahaan-perusahaan yang sudah terdahulu melakukan spin off, memang ada perubahan paradigma serta strategi yang diterapkan dalam berbisnis,” tandas Tatang.

Rep. Aldiansyah Nurrahman