Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / For Beginners / Tiga Keunggulan Sistem Bagi Hasil Bank Syariah
Foto: Dok. Holland4mpe
Banyak keunggulan bank syariah dibanding konvensional. Salah satunya sistem bagi hasil yang sangat menguntungkan nasabah.

Banyak keunggulan bank syariah dibanding konvensional. Salah satunya sistem bagi hasil yang sangat menguntungkan nasabah.

Sebagian masyakat Indonesia banyak yang belum berminat untuk menjadi nasabah bank syariah. Hal ini lantaran kebanyakan dari mereka belum mengerti perbedaan antara bank syariah dan konvensional atau perbedaan antara sistem bagi hasil di bank syariah dan bunga di bank konvensional.

Salah satunya, Muhammad Emyr (24). Ia mengatakan bahwa pengelolaan bank syariah dengan konvensional tak ada beda. Sistem pelayanan yang dilakukan bank syariah, lanjutnya, masih mengadopsi sistem konvensional. Ia belum berminat untuk menjadi nasabah di bank syariah.

“Seluruh bank syariah sebenarnya jelmaan dari bank konvensional, tapi berkedok syariah,” ujar nasabah salah satu bank konvensional ini ketika ditemui sharianews.com di Jakarta.

Dosen perbankan syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Herni Ali, mengatakan bahwa banyak keunggulan bank syariah dibanding konvensional. Pertama, besar rasio yang disepakati saat awal akad dalam sistem bagi hasil.  

“Suku bunga di bank konvensional bisa berubah sesuai suku bunga di Bank Indonesia. Adapun rasio bagi hasil atau nisbah di bank syariah tidak akan berubah sejak pertama akad,” jelasnya kepada Sharianews.com.

Bagi hasil ini, katanya, sesuai kesepakatan di awal akad dan akan dijalankan hingga akhir perjanjian.

Kedua, tambahnya, besar laba bank syariah bergantung pada keuntungan yang didapat dari pihak bank. “Rasionya akan meningkat seiring peningkatan keuntungan bank syariah itu,” ulasnya.   

Menurutnya, hal ini jelas berbeda dengan bank konvensional. Bunga yang didapat nasabah bank konvensional persentasenya tetap meski bank sedang mendapatkan keuntungan tinggi.

“Bank konvensional biasanya menetapkan bunga di awal pembukaan rekening yang keuntungannya dihitung dari jumlah pokok dana yang disimpan nasabah,” tuturnya.

Ketiga, lanjutnya, bank syariah mengacu pada prinsip transaksi yang efisien dan adil dengan asas saling membantu sebagai mitra bisnis.

“Sebagai pemilik dana, nasabah merupakan mitra bisnis yang juga berperan sebagai pemodal atau investor dana dalam suatu usaha berbasis syariah yang menguntungkan,” imbuhnya. (*)

 

Reporter: Agustina Permatasari. Editor: A.Rifki.