Minggu, 25 Agustus 2019
24 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Haji umrah / Umrah Digital Matikan UMKM Biro Perjalanan Umrah
FOTO I Dok. takemetoumrah.com
Jika perusahaan unicorn ingin merambah bisnis umrah maka pemerintah harus memikirkan UMKM biro umrah yang jumlahnya mencapai 1000 lebih di seluruh Indonesia.

Sharianews.com, Jakarta ~ Belum lama ini Pemerintah RI melakukan MoU dengan Pemerintah Arab Saudi dengan menggandeng Traveloka dan Tokopedia untuk merambah bisnis umrah digital.

Sukamta, anggota Komisi I DPR RI saat RDP dengan Kominfo di Gedung DPR Senayan menyatakan jika perusahaan unicorn ingin merambah bisnis umrah maka pemerintah harus memikirkan UMKM biro umrah yang jumlahnya mencapai 1000 lebih di seluruh Indonesia.

"Kominfo harusnya lebih urgent memberdayakan biro haji umrah yang ada dengan digitalisasi dari pada menggandeng dua unicorn yang sudah menjadi raksasa," ujar Sukamta dari fraksi PKS

Dirinya menjelaskan bahwa hal utama yang harus dipastikan adalah bentuk MoU tersebut. Apakah Traveloka dan Tokopedia akan membentuk biro penyelenggara umrah dan motif apa pemerintah RI dalam hal ini Kemenkominfo hanya menggandeng Traveloka dan Tokopedia. Padahal ada platform lain seperti Bukalapak dan juga mungkin Gojek. Kemenkominfo harus menjelaskan kepada publik mengenai hal tersebut.

"Jika memang Traveloka dan Tokopedia akan menjadi penyelenggara perjalanan ibadah umrah, maka itu tidak tepat. Tidak gampang untuk menjadi biro penyelenggara ibadah umrah. Harus mendapat izin dari Kementerian Agama, harus diakreditasi dan dievaluasi secara berkala oleh Menteri Agama," sambung Sukamta.

Hal ini sesuai dengan diatur Undang-undang No. 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU).

Selain itu, lanjut Sukamta, jika Tokopedia dan Traveloka menjadi biro penyelenggara haji dan umrah, maka akan berpotensi mematikan 1.016 biro penyelenggara umrah yang tersebar di seluruh Indonesia dan bisa menciptakan angka pengangguran baru.

Di sisi lain, hal ini sekaligus memperbesar aset dua perusahaan tersebut yang secara badan terlihat lokal tapi mayoritas sahamnya bukan lagi milik anak-anak bangsa sendiri.

"Tapi jika MoU itu berisi bahwa Traveloka dan Tokopedia hanya memfasilitasi pilihan akomodasi calon jemaah seperti ticketing pesawat dan hotel, bukan mengurusi penyelenggaraan ibadah umrah secara keseluruhan, saya kira ini masih bisa dibicarakan." imbuh Sukamta.

Dapil Jogkakarta ini menambahkan, jika perusahaan tidak bisa melakukan inovasi yang kompetitif, maka perusahaan bisa memilih alternatif untuk berkolaborasi. "Kita berharap UMKM biro penyelenggara ibadah umrah ini bisa melakukan inovasi yang mampu berkompetisi dengan platform dan marketplace semacam Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain," tutup Sukamta.(*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo