Jumat, 23 April 2021
12 Ramadan 1442 H
Home / Ziswaf / Wakaf Uang Pro-Kontra, Wapres: Ada yang Sengaja Disalah Pahamkan
Foto dok. Setneg
Ada juga yang mencurigai, kemudian mensalah pahami atau juga ada yang memang salah paham, ada juga yang menyalah pahamkan, memang sengaja disalah pahamkan

Sharianews.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengaku gembira wakaf kini menjadi perbincangan hangat publik. Terlebih setelah diluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang pada 25 Januari 2021 lalu oleh Presiden Joko Widodo ditanggapi banyak pihak.

“Ada yang mendukung, tapi ada juga yang mencurigai, kemudian mensalah pahami atau juga ada yang memang salah paham, ada juga yang menyalah pahamkan, memang sengaja disalah pahamkan,” ujarnya, dalam Webinar Literasi Wakaf, Kamis (11/02).

Sebenarnya bagi umat Islam, menurutnya, wakaf merupakan sesautu bagian dari syariah Islam yang dianjurkan dan memiliki peran penting di dalam rangka pemberdayaan masyarakat atau umat.

Dalam rangka penguatan umat, dalam ajaran Islam, wakaf dianggap sebagai sedekah jariah yang tidak pernah putus amalannya. Maka dari itu wakaf dipersepsikan abadi.

Wapres menerangkan, wakaf itu ada yang berupa uang dan ada yang berupa barang tidak bergerak. Wakaf uang memiliki potensi yang besar karena kefleksibilitasannya.

“Karena itu, saya waktu masih menjadi Ketua Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tahun 20002, saya meluncurkan wakaf uang itu. Karena saya melihat wakaf uang ini potensinya besar sekali,” tambah Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini.

Kemudian, ketika dibuat Undang-Undang (UU) tentang Wakaf, maka wakaf uang ini masuk juga di dalam UU. Dijelaskan bahwa wakaf itu bisa dengan wakaf barang, wakaf uang, atau surat berharga.

Oleh karena itu, lanjut Wapres, wakaf ini juga merupakan salah satu fokus dari pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dalam Perpres nomor 28 tahun 2020 tentang KNEKS, terdapat empat fokus pengembangan, yaitu industri halal, industri keuangan, dana sosial syariah, dan usaha atau bisnis syariah.

“Nah, fokus ketiga itu, pengembangan dana sosisal syariah itu adalah yang menyangkut wakaf dan zakat. Salah satu potensi yang ingin kita kembangkan yaitu wakaf uang,” pungas dia.

Rep-Aldiansyah Nurrahman