Senin, 30 November 2020
15 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Keuangan / Wakil Ketua Komisi XI DPR: Merger Bank Syariah BUMN Pacu Pengembangan Industri Halal
Foto dok. Pexels
Penggabungan usaha bank syariah diyakini akan membawa manfaat yang besar terhadap perkembangan industri halal di dalam negeri dan mendorong kiprah Indonesia di kancah global.

Sharianews.com, Jakarta - Upaya Indonesia memacu pengembangan potensi produk dan jasa berbasis halal diyakini kian terdorong dengan penggabungan atau merger tiga bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Penggabungan usaha bank syariah diyakini akan membawa manfaat yang besar terhadap perkembangan industri halal di dalam negeri dan mendorong kiprah Indonesia di kancah global.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi mengatakan merger tiga bank syariah milik negara akan menciptakan efisiensi industri perbankan syariah, dan industri halal secara umum. Hal ini akan diikuti tumbuhnya daya saing bank-bank syariah dan pelaku industri halal.

“Dengan langkah merger ini diharapkan pasar syariah berkembang lebih besar, efisiensi dan kita punya bank syariah yang siap berkompetisi dan bersaing secara nasional,” ujar Fathan, dalam keternagan tertulis, Senin (26/10).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini yakin akan ada banyak sumbangsih yang diberikan bank syariah hasil merger nanti terhadap perekonomian nasional. Lebih spesifik lagi, Fathan menyebut dampak positif akan dirasakan terutama bagi pelaku UKM dan industri halal.

Menurutnya, bank syariah hasil merger harus berkomitmen memperbesar dukungan dan pembiayaan untuk UKM serta produsen produk halal. Jika hal ini bisa dilakukan, maka tak lama lagi Indonesia bisa menjadi kiblat industri halal di dunia.

“Segmen yang harus fokus digarap bank syariah merger ini tentunya pada UKM dan industri syariah, sehingga cita-cita Indonesia menjadi kiblat keuangan syariah dan pasar syariah bisa tercapai,” ujar dia.

Proses merger bank syariah milik BUMN kini telah berjalan pasca PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah menandatangani Conditional Merger Agreement (CMA) pada Senin (12/10). Bank syariah hasil merger ini memiliki visi “Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan”.

Total aset bank hasil penggabungan usaha ini akan mencapai  Rp214,6 triliun dan bermodal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah aset dan modal inti tersebut menempatkan bank syariah hasil merger ke dalam jajaran 10 bank terbesar di Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman